Mungkin ada yang diam-diam bertanya, mengapa kabarkamar sempat hiatus untuk beberapa waktu. Sulit untuk dijelaskan. Banyak alasan yang bisa kami (ya, blog ini menjadi wilayah kekuasaan lebih dari satu orang) berikan kepada pembaca yang setia. Memang kami tidak memiliki tujuan pasti pada saat kumpulan tulisan di dalam komputer diupload via blog. Beberapa kali kami berdiskusi, hanya diskusi kecil, tentang keinginan-keinginan mengenai tulisan yang ada disini dan sebagian lain yang belum terupload.
Dan moment itu tiba
Kami mengalami transisi dalam hidup. Terkesan sangat drama, tetapi itu yang sebenarnya terjadi. Sementara itu, kami memilih untuk melihat lebih jauh. Apakah blog ini layak untuk menjadi salah satu pengisi waktu senggang kami. Menikmati onani intelektual, kalau boleh dibilang, atau hanya menjadi ruang bagi mengekspresikan diri di saat tulsisan-tulisan liar lebih laku utuk disebarkan.
Dalam hiatus ini kami kemudian melihat, berhenti sejenak itu tidak mengapa. Dalam pemberhentian ini, cerita-cerita baru mendadak muncul. Meski sempat air mata tertahan membuncah dalam ruang waktu itu. Tapi setelahnya, jawaban demi jawaban memberi kami harapan.
Dan moment itu tiba
Kami mengalami transisi dalam hidup. Terkesan sangat drama, tetapi itu yang sebenarnya terjadi. Sementara itu, kami memilih untuk melihat lebih jauh. Apakah blog ini layak untuk menjadi salah satu pengisi waktu senggang kami. Menikmati onani intelektual, kalau boleh dibilang, atau hanya menjadi ruang bagi mengekspresikan diri di saat tulsisan-tulisan liar lebih laku utuk disebarkan.
Dalam hiatus ini kami kemudian melihat, berhenti sejenak itu tidak mengapa. Dalam pemberhentian ini, cerita-cerita baru mendadak muncul. Meski sempat air mata tertahan membuncah dalam ruang waktu itu. Tapi setelahnya, jawaban demi jawaban memberi kami harapan.
---
Kurang lebih 2 hari lalu seorang teman sempat bertanya, kapan cerpen baru kabarkamar muncul lagi?
Sejujurnya saya kaget. Lantas ia bercerita kalau tidak sedikit yang diam-diam mengikuti cerpen-cerpen yang ada di sini.
Sederhana memang, tapi buat kami cukup berarti. Bahwa ternyata blog ini sudah bukan lagi hanya milik kami.
Terima kasih banyak untuk teman-teman yang mau membaca eksperimen kami. Silakan meninggalkan jejak di kolom komentar yang ada di page khusus nantinya. Setidaknya mungkin dengan cara seperti itu, kita bisa saling bertukar nama, cerita atau harapan.
Salam
Terima kasih banyak untuk teman-teman yang mau membaca eksperimen kami. Silakan meninggalkan jejak di kolom komentar yang ada di page khusus nantinya. Setidaknya mungkin dengan cara seperti itu, kita bisa saling bertukar nama, cerita atau harapan.
Salam
Komentar