Matamu:
jiwajiwa gelisah yang melaut samudera;
kapal tua yang berlayar di malam purnama.
Rebahkan biru pucat tubuhmu di tegar karang,
labuhkan gemetar lututmu di pelukan pasir pantai.
Bibirmu gemetar mengeja rindumu
akan rumah dan hangat masakan ibu.
Jalan pulang terhampar samar di peta bintang;
ciuman kekasih kian memudar di kening.
Pulanglah, pelaut,
kembali dari pelayaran sejauh tepi semesta.
Pulang dan bawalah
mimpimimpi yang tak sempat hanyut ke dasar laut.
kapal tua yang berlayar di malam purnama.
Rebahkan biru pucat tubuhmu di tegar karang,
labuhkan gemetar lututmu di pelukan pasir pantai.
Bibirmu gemetar mengeja rindumu
akan rumah dan hangat masakan ibu.
Jalan pulang terhampar samar di peta bintang;
ciuman kekasih kian memudar di kening.
Pulanglah, pelaut,
kembali dari pelayaran sejauh tepi semesta.
Pulang dan bawalah
mimpimimpi yang tak sempat hanyut ke dasar laut.
Jakarta, 20 Oktober 2016
Komentar