Pada malammalam dingin,
orangorang terbangun meracau dari tidurnya yang gelisah.
Sedang pagi masihlah jauh,
mimpi buruk mengintai di tiap sudut kamar dan lipatan selimut.
Punggung dan lengannya berderak kesakitan
sehabis terlalu lama menangis
memeluk dirinya sendiri.
Lehernya memanjang merenggang mematah tulang demi tulang,
tetapi masa lalu tak pernah usai ditengokratapi.
orangorang terbangun meracau dari tidurnya yang gelisah.
Sedang pagi masihlah jauh,
mimpi buruk mengintai di tiap sudut kamar dan lipatan selimut.
Punggung dan lengannya berderak kesakitan
sehabis terlalu lama menangis
memeluk dirinya sendiri.
Lehernya memanjang merenggang mematah tulang demi tulang,
tetapi masa lalu tak pernah usai ditengokratapi.
Wajahwajah tersenyum sinis dan bersuara sumbang,
nama mereka hanyalah doadoa baik yang lesap terlupakan.
Subuh menjelang dan menjerang tubuhtubuh dalam himpitan asap kendaraan.
Kopi pertama di pagi hari,
mendidih berbuih lalu merintih kedinginan,
tak sempat hangatkan jiwajiwa yang bimbang,
tak sempat menyembuh sakit kepala yang berdentumdentum memecah kewarasan.
Waktu tetaplah tiktok tiktok mengayun entah dari satu luka ke luka lainnya.
nama mereka hanyalah doadoa baik yang lesap terlupakan.
Subuh menjelang dan menjerang tubuhtubuh dalam himpitan asap kendaraan.
Kopi pertama di pagi hari,
mendidih berbuih lalu merintih kedinginan,
tak sempat hangatkan jiwajiwa yang bimbang,
tak sempat menyembuh sakit kepala yang berdentumdentum memecah kewarasan.
Waktu tetaplah tiktok tiktok mengayun entah dari satu luka ke luka lainnya.
Ada bintangbintang yang dilahirkan pun memutih lalu mati di galaksi jauh,
ada debudebu yang bergulung menggunung padang pasir baru.
Ada kesedihan yang nampak fana pun artifisial di hadapan noda matahari dan cincin planet.
ada debudebu yang bergulung menggunung padang pasir baru.
Ada kesedihan yang nampak fana pun artifisial di hadapan noda matahari dan cincin planet.
Di dalam perutmu mungkin ada sekawanan kupukupu atau ngengat yang sedang bersarang.
Kau kira dirimu tengah jatuh cinta,
padahal kau hanya sedang diserang kerumunan lebah yang bersiap menyengat.
Bukankah cinta hanyalah senyawa kimia
yang mempermainkan gelombang listrik
di tubuhmu yang meragu?
Lalu perasaan selain itu jadi wagu dan tak terucapbahasakan.
Kau kira dirimu tengah jatuh cinta,
padahal kau hanya sedang diserang kerumunan lebah yang bersiap menyengat.
Bukankah cinta hanyalah senyawa kimia
yang mempermainkan gelombang listrik
di tubuhmu yang meragu?
Lalu perasaan selain itu jadi wagu dan tak terucapbahasakan.
Kenangan telah menguning dan gemetar menua.
Separuh ranjang telah dingin,
seperti bau tubuh kekasih yang menguar memudar dari pelukan yang silam.
Tapi manusia tetap keras kepala dan bertahan mengenangrindukan masa lalu.
Dalam riwayat kesedihannya, manusia terkadang lupa
untuk sesekali saja berbahagia.
Separuh ranjang telah dingin,
seperti bau tubuh kekasih yang menguar memudar dari pelukan yang silam.
Tapi manusia tetap keras kepala dan bertahan mengenangrindukan masa lalu.
Dalam riwayat kesedihannya, manusia terkadang lupa
untuk sesekali saja berbahagia.
Ada yang sibuk bersedih menulis puisi menjualnya ke surat kabar,
tapi lupa bercakapcakap dengan dirinya sendiri.
Ada yang sibuk memikirkan penciptaan semesta,
tapi lupa menjawab salam tetangganya.
Ada yang sibuk sembahyang menyembah dewadewa,
tapi lupa bagaimana caranya menjadi manusia.
tapi lupa bercakapcakap dengan dirinya sendiri.
Ada yang sibuk memikirkan penciptaan semesta,
tapi lupa menjawab salam tetangganya.
Ada yang sibuk sembahyang menyembah dewadewa,
tapi lupa bagaimana caranya menjadi manusia.
Sementara itu,
bayibayi tetap saja dibunuh,
perang masih saja membakar gedunggedung hutan pemukiman.
Kesedihan teramat erat mencengkeram jiwajiwa yang lupa berbahagia,
seperti hidup yang kepalang brengsek pun menolak diberi makna.
Waktu masihlah tiktok tiktok mengejar kakikaki yang berlarian
dari satu mati ke mati lainnya.
bayibayi tetap saja dibunuh,
perang masih saja membakar gedunggedung hutan pemukiman.
Kesedihan teramat erat mencengkeram jiwajiwa yang lupa berbahagia,
seperti hidup yang kepalang brengsek pun menolak diberi makna.
Waktu masihlah tiktok tiktok mengejar kakikaki yang berlarian
dari satu mati ke mati lainnya.
Jakarta, 8 November 2016
Komentar