Pada suatu ketika,
cinta bukan lagi tentang kencan
malammalam atau
bercinta diamdiam di pagi buta,
bukan lagi tentang saling berkirim
puisi tiap pagi atau
menghabis malam minggu berdua.
Pada suatu ketika,
cinta ialah tentang menyisa uang jajan
untuk membeli susu formula,
pun terbangun dini hari demi mereda
tangismu rintikrintik.
Cinta bukan lagi perkara kenikmatan
bawah perut
pun
peluk cium yang sengkarut.
Cinta ialah bahagia kala menidurkanmu
di dada,
ialah
menghitung jemarimu,
pun
menghidu nafasmu tiap kali kau terjaga.
Pada suatu ketika,
cinta
bukan lagi sekedar senyumku
terbit
di tendanganmu dalam ruang dada,
bukan
sekedar irisan melintang di perut,
pun
sepenuh payudara.
Cinta ialah engkau, A,
kepadamu
aku pulang tanpa perlu rumah.
Cinta ialah seluruh engkau, A,
seutuh
penuhmu di tiap lingkar semestaku.
Karena pada selamanya, A,
engkau
ialah cinta yang paripurna.
Bandung, 18 November 2014
Komentar