Lelaki memanjat payudara,
mencari cinta.
Disana ia temukan gua garba.
Disana ia berdiam nyaman, menghempas jiwa purbanya,
nyalakan perapian dan hangatkan tubuh.
Lelaki memanjat payudara,
ditanamnya cinta, meneluhku.
Lelaki memanjat payudara,
membakar cinta, membunuhku.
* * *
Perempuan terpasung di relung tubuhnya sendiri.
Darah menetes di lubang mata dan celah paha.
Jantungnya dicincang manusiamanusia tak berkepala,
disantap mentahmentah.
Perempuan meronta dikoyak luka,
ditelanjangi airmata, disetubuhi duka.
* * *
Lelaki bergelung sunyi di gua garba, menggenapi nyawa.
Diterjemahkannya cinta, yang tak hanya darah airmata.
Lelaki memanjat payudara,
mendaras cinta,
merebah nafas,
menidurkan airmata.
Disana ia temukan rumah,
disana ia dirikan pulang.
Lelaki memanjat payudara, menyembuh cinta
pada perempuan ‘nganga luka.
Bandung, 22 November 2014
Komentar